Mengenang Sastrawan Abdul Hadi W.M.

Abdul Hadi W.M. (foto republika.co.id)

Salah satu karya terkenal dari Abdul Hadi W.M. adalah Mereka Bilang Aku China. Karya ini mengisahkan tentang perjalanan seorang lelaki Indonesia keturunan Tionghoa yang ingin mencari akar budayanya. Ia melakukan perjalanan ke Tiongkok untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah dan budaya Tionghoa yang selama ini tidak ia tahu. Dalam perjalanannya, ia menemukan banyak pemahaman yang baru tentang identitasnya sebagai keturunan Tionghoa. Karya Abdul Hadi W.M. ini sangat menarik karena mengangkat tema identitas dan budaya yang bertema universal dan bisa dicerna oleh semua kalangan.

Abdul Hadi W.M. adalah seorang penulis dan sastrawan yang gemar menulis karyanya dengan gaya bahasa yang khas dan pribadi. Ia biasanya menulis dengan mengangkat tema sosial dan budaya yang berbeda-beda, seperti identitas, agama, dan citra diri. Hal ini mungkin karena ia ingin menghadirkan pemahaman yang lebih luas mengenai hal-hal tersebut di dalam masyarakat Indonesia.

Selain itu, Abdul Hadi W.M. juga sering melakukan riset dan kunjungan ke berbagai tempat sebagai sumber inspirasi untuk menulis karya-karyanya. Ia menyadari bahwa dengan cara itu, ia bisa menulis dengan lebih jelas terkait konteks dan latar belakang cerita yang ia ciptakan.

Cara Abdul Hadi W.M. dalam menulis karya-karyanya tergolong unik dan personal sehingga setiap karyanya memiliki ciri khas tersendiri. Ia percaya bahwa sebuah karya sastra adalah cerminan dari apa yang dimilikinya di dalam jiwa dan hati.

Namun, selain Mereka Bilang Aku China, Abdul Hadi W.M. juga telah menulis banyak karya sastra lainnya yang memiliki ciri khas tersendiri. Beberapa di antaranya seperti Mereka Bilang Saya Monyet, Serikat Manusia Biasa, Kuda Terbang Maria Pinto, dan masih banyak lagi. Setiap karyanya memiliki tema dan pesan yang berbeda namun tetap memiliki kualitas dan keunikan masing-masing.

Abdul Hadi W.M. dianggap sebagai salah satu pengarang sastra Indonesia yang telah memberikan pengaruh besar dalam perkembangan sastra Indonesia. Ia termasuk dalam kelompok pengarang yang memperkenalkan karya-karya personal dan berani dalam dunia sastra Indonesia pada masa itu.

Karya-karya Abdul Hadi W.M. yang telah terbit dan populer di kalangan masyarakat membuatnya memiliki penggemar sendiri. Pemikiran dan karyanya yang khas serta penggunaan bahasa yang sederhana membuat karyanya mudah dipahami oleh publik.

Selain itu, beberapa karya Abdul Hadi W.M. mencakup tema-tema dan isu sosial kontemporer yang sering diangkat dalam karya sastra Indonesia, seperti identitas, agama, budaya dan sejarah.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Abdul Hadi W.M. telah memberikan pengaruh positif dalam perkembangan sastra di Indonesia, dan banyak pengarang muda yang terinspirasi oleh karya-karyanya. Karya Abdul Hadi W.M. tetap dihargai dan dikenang sebagai bagian integral dari warisan sastra Indonesia.

Karya Abdul Hadi W.M. dianggap sebagai salah satu karya sastra paling kontemporer di Indonesia. Para pengarang muda di Indonesia sering terinspirasi oleh karya Abdul Hadi W.M. karena karya-karya itu berbicara mengenai isu-isu sosial dan kehidupan sehari-hari yang menjadi perhatian banyak orang. Banyak pengarang muda yang meneladani cara Abdul Hadi W.M. menulis, yaitu mengangkat tema sosial dan budaya yang khas Indonesia dan sederhana namun mempunyai makna yang mendalam.

Pengaruh Abdul Hadi W.M. juga terlihat dari karya-karya pengarang muda yang sering mengadopsi gaya bahasa yang sederhana dan lugas ala Abdul Hadi W.M. . Karya-karya seperti Mereka Bilang Saya Monyet, misalnya, menjadi ikonik di kelasnya dan menjadi salah satu novel yang dibaca mengalami gelombang populer dari kalangan pengarang muda di Indonesia.

Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa karya Abdul Hadi W.M. telah mempengaruhi pengarang muda di Indonesia dalam hal menghasilkan karya sastra yang mengangkat isu-isu sosial dan budaya yang aktual serta bahasa yang sederhana namun bermakna.

Karya Abdul Hadi W.M. memiliki pengaruh yang besar dan signifikan pada pembaca dari kalangan yang berbeda. Salah satu faktor yang membuat karya Abdul Hadi W.M. dipuja oleh kalangan pembaca adalah karena ia mengangkat tema-tema universal yang mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang, seperti identitas, agama, dan budaya.

Karya Abdul Hadi W.M. juga dikenal dengan bahasanya yang sederhana, lugas dan mudah dipahami oleh pembaca awam sekalipun. Hal ini membuat karya-karyanya mudah untuk dijangkau oleh pembaca dan tidak terkesan berat atau terlalu menggurui.

Dengan demikian, karya Abdul Hadi W.M. tidak hanya bisa dinikmati oleh kalangan pembaca kelas menengah ke atas, tetapi juga ramah bagi pembaca dari kalangan awam. Karya-karyanya mampu menarik pembaca dari berbagai latar belakang dan usia untuk membaca dan menikmati sastra Indonesia.

Dapat disimpulkan bahwa karya-karya Abdulhadi WM aktif menciptakan pembaca baru dan berkontirbusi dalam mempromosikan sastra Indonesia di kalangan internasional sebagai sebuah warga negara multikultural dan berklektutan.

Sekarputih, 24 Januari 2024

 


Eko Windarto, penulis SATUPENA Jatim. Juara 1 Cipta Puisi Singapura 2017. Antologi puisi: Nyiur Melambai dan Perjalanan. Menyabet juara cipta puisi di beberapa negara. Juara 1 Cipta Esai Kota Batu 2023. Karyanya beberapa kali termuat di javasatu.com, pendidikannasional.id, kliktime.com, mbludus.com, Kawaca.com, idestra.com, educasion.com, pilarbangsa.com, negerikertas.com, literania.com, kompasiana.com dll. Menetap di Jalan Melati 25 RT 33 RW 08. Sekarputih. Pendem. Kec. Junrejo. Kota Batu. Jatim.  


 

Redaksi lombokraya.com menerima kiriman karya cerpen, puisi dan esai sastra. Kirimkan ke email: redaksi.cintaindo@gmail.com. Ruang sastra lombokraya.com tayang dua kali sepekan, yaitu hari Minggu dan Rabu (khusus karya pelajar Nusa Tenggara Barat). Untuk sementara karya yang dimuat belum ada imbalan honorarium.

 

Related posts